Banyak orang bertanya, gigi berlubang boleh disikat atau tidak karena khawatir rasa ngilu akan semakin parah. Padahal, gigi yang berlubang tetap perlu dibersihkan agar sisa makanan dan bakteri tidak terus menumpuk.
Namun cara menyikatnya harus benar. Yuk simak artikel berikut ini untuk info lebih lanjutnya.
Gigi Berlubang Boleh Disikat atau Tidak?
Banyak yang mengira gigi berlubang sebaiknya tidak disentuh sama sekali karena takut semakin rusak. Padahal anggapan tersebut kurang tepat. Justru jika gigi berlubang tidak dibersihkan, sisa makanan dan bakteri akan terus menumpuk di dalam lubang sehingga kerusakan bisa berkembang lebih cepat.
Menyikat gigi tetap menjadi langkah penting untuk mengurangi plak dan menjaga kebersihan rongga mulut. Hanya saja, bagian gigi yang berlubang perlu dibersihkan dengan lebih hati-hati agar tidak menimbulkan rasa nyeri berlebihan.
Jadi, jika masih bertanya apakah gigi berlubang boleh disikat? jawabannya tentu saja boleh selama dilakukan dengan teknik yang benar.
Kenapa Gigi Berlubang Terasa Sakit Saat Disikat?
Tidak sedikit orang mengeluhkan gigi berlubang sakit saat disikat. Kondisi ini biasanya terjadi karena lapisan pelindung gigi sudah menipis sehingga saraf menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan.
Selain itu beberapa penyebab lainnya antara lain:
- Lubang gigi sudah cukup dalam.
- Saraf gigi mulai terpapar.
- Ada sisa makanan yang masuk ke dalam lubang.
- Gusi di sekitar gigi sedang mengalami peradangan.
- Menyikat gigi terlalu kuat.
Jika rasa sakit hanya muncul sesaat lalu hilang, kemungkinan kerusakan belum terlalu parah. Namun apabila nyeri berlangsung lama atau bahkan berdenyut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter gigi.
Cara Menyikat Gigi Berlubang yang Benar
Supaya gigi tetap bersih tanpa menambah rasa sakit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyikat gigi.
Gunakan sikat berbulu lembut
Pilih sikat gigi dengan bulu yang halus agar tidak memberikan tekanan berlebihan pada gigi maupun gusi.
Jangan menggosok terlalu keras
Banyak orang mengira semakin kuat menyikat gigi maka hasilnya akan semakin bersih. Padahal kebiasaan ini justru dapat membuat gigi lebih sensitif dan memperparah rasa ngilu.
Sikat dengan gerakan perlahan
Gunakan gerakan memutar secara lembut dan hindari menggosok bolak-balik dengan tekanan yang terlalu besar.
Gunakan pasta gigi berfluoride
Fluoride membantu melindungi permukaan gigi sekaligus mengurangi risiko kerusakan yang semakin luas.
Bersihkan seluruh bagian mulut
Meski ada satu gigi yang berlubang, jangan hanya fokus pada bagian tersebut. Seluruh permukaan gigi tetap perlu dibersihkan agar plak tidak menumpuk.
Apa yang Sebaiknya Tidak Dilakukan?
Saat mengalami gigi berlubang, ada beberapa kebiasaan yang justru dapat memperburuk kondisi, antara lain:
- Menghindari menyikat gigi sama sekali.
- Mengorek lubang gigi menggunakan tusuk gigi atau benda tajam.
- Terlalu sering mengonsumsi makanan manis.
- Minum minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin jika gigi sedang sensitif.
- Menunda pemeriksaan ke dokter gigi meski rasa sakit terus muncul.
Perlu diingat bahwa menyikat gigi hanya membantu menjaga kebersihan mulut. Cara ini tidak dapat menutup atau menyembuhkan lubang pada gigi.
Kapan Harus Pergi ke Dokter Gigi?
Perawatan di rumah tetap penting, tetapi ada kondisi tertentu yang membutuhkan pemeriksaan langsung oleh dokter.
Segera periksa jika mengalami:
- Nyeri yang tidak kunjung hilang.
- Gigi terasa berdenyut sepanjang hari.
- Gusi bengkak.
- Keluar nanah di sekitar gigi.
- Sulit mengunyah karena rasa sakit.
- Lubang terlihat semakin besar.
Dokter akan memeriksa tingkat kerusakan gigi untuk menentukan perawatan yang sesuai. Jika lubang masih kecil, biasanya cukup dilakukan penambalan. Namun jika infeksi sudah mencapai saraf, dokter mungkin menyarankan perawatan saluran akar gigi atau tindakan lain sesuai kondisi gigi.
Cara Merawat Gigi Berlubang Agar Tidak Semakin Parah
Selain menyikat gigi secara rutin, ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu menjaga kondisi gigi berlubang, seperti:
- Menyikat gigi dua kali sehari.
- Mengurangi makanan dan minuman tinggi gula.
- Minum air putih setelah makan.
- Membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi.
- Rutin kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan.
- Segera menambal gigi jika ditemukan lubang kecil.
Semakin cepat lubang ditangani semakin besar peluang gigi tetap bisa dipertahankan.
Kesimpulan
Jadi, apakah gigi berlubang boleh disikat? Jawabannya tentu boleh. Bahkan menjaga kebersihan gigi tetap menjadi bagian penting dalam perawatan gigi berlubang agar bakteri tidak semakin berkembang. Namun pastikan menyikat gigi dilakukan dengan lembut, menggunakan sikat berbulu halus, dan tidak memberikan tekanan berlebihan.
Perlu diingat bahwa menyikat gigi bukanlah cara untuk menghilangkan lubang pada gigi. Jika rasa sakit terus berlanjut atau lubang semakin besar, segera konsultasikan dengan dokter gigi agar mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kerusakannya menjadi lebih parah.